Monday, 2 August 2010

Surat Numpang Nikah dari Semarang

Entah saking cintanya sama Semarang, bokap belum mau pindah KK dan KTP ke sini. Alhasil aku harus ngurus surat numpang nikah di Semarang. Untung saja nyokap juga mau memperpanjang KTP dan sekalian hunting kain sarung-selendang di Pasar Biringhardjo Jogja. 'N kami juga mau sowan dan diskusi dengan Eyang Mandar, dukun mantenku (baca posting ini).

Ribet yah ternyata ngurus surat numpang nikah di luar kota. Apalagi kalo staf kantor yang bersangkutan ga bantuin ngasih info apa ada yang harus di-fotocopy apa ga. Misalnya ternyata semua berkas harus di-fotocopy 1x untuk berkas KUA, padahal di pegawai Kelurahan bilangnya fotocopy hanya 1x saja untuk berkas Kelurahan. Kami sukses bolak-balik dong jadinya... Baru sampai di kantor Kelurahan buat ambil surat eh..langsung dikasih segepok berkas suruh pergi fotocopy buat berkas mereka. Lumayan jauh pula tempat fotocopy-nya. Ke Kecamatan ga dibilangin apa-apa. Sampai di KUA yang jalannya mblusuk-mblusuk, Ibu-nya langsung bilang "Ini difotocopy semua yah 1x buat berkas disini" KEKKK!!!! Asemmm...jauh pula tempat fotocopynya. Heran kenapa ga kantor-kantor itu ga buka usaha fotocopy aja yah, kan memudahkan sekalian dapat duit juga.

Total damage ngurus surat numpang nikah:
- RT --> Gratis
- RW --> Gratis
- Kelurahan --> 60 ribu
- Kecamatan --> 10 ribu
- KUA --> 20 ribu

0 comments: